Selasa, 12 Maret 2013

MUSIK TRADISIONAL

1. Pengertian Seni Musik 

Seni Musik merupakan salah satu media yang sering digunakan untuk mengungkapkan perasaan melalui media suara. Berbagai macam warna suara yang di atur dan disusun akan memunculkan sebuah komposisi suara yang dapat menghanyutkan rasa, bahkan dapat membuat perasaan manusia menjadi lembut. 

Sejak zaman prasejarah, manusia mengenal dan menggunakan suara atau bunyi-bunyian sebagai tanda yang disepakati untuk berkomunikasi dengan masyarakatnya. Melalui bunyi tertentu yang dihasilkan oleh sebuah alat misalnya lonceng, kentungan dll. Manusia menggunakannya sebagaib tanda atau alat berkomunikasi. Pada perkembangan selanjutnya bunyi yang telah dikenal dan digunakan oleh masyarakat kemudian disusun menjadi nada, yakni suara yang teratur getarnnya dalam setiap detik. Nada atau bunyi yang teratur, baik tinggi maupun rendahnya kemudian diatur dan disusun menjadi sebuah musik. 

Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. 

Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam: 
Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar 
Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya. 
Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik.


2. Pengertian Musik Tradisional 

Musik tradisional adalah musik yang berkembang di daerah sekitar musik itu berasal. Contoh di Indonesia adalah musik gamelan.

Musik tradisional disebut juga musik daerah, yaitu merupakan jenis musik yang muncul atau lahir dari budaya daerah secara turun-menurun.



3. Latar Belakang Musik Tradisional 

Musik yang telah lama hidup dan berkembang di Negara Indonesia yang tercinta ini, diciptakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dan memiliki nsifat turun-temurun secara tradisional dari generasi yang satu kegenerasi berikutnya. Dari proses pewarisan yang turun temurun inilah musik jenis ini hidup dan berkembang sampai saat ini. Musik-musik ini sering disebut dengan istilah musik tradisioal yang tersebar di seluruh Indonesia. Karena musik tradisional yang ada di Indonesia merupakan hasil karya cipta setiap suku bangsa (Batak, Dayak, Mentawai, Papua, Riau, Sunda, Jawa, Bali, dan sebagainya) yang hidup di bumi ini. Maka banyaknya jenis musik yang ada di tentukan oleh jumlah suku bangsa Indonesia yang cukup banyak. Selain itu, setiap suku bangsa yang hidup di Indonesia memiliki jenis musik yang berbeda dengan musik yang berkembang pada suku-suku bangsa lainnya di Negeri ini. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa musik tradisional adalah merupakan kekayaan dan cirri khas dari masyarakat suku dan daerah pemiliknya. 

Berdasarkan jenisnya musik terbagi menjadi dua, yaitu musik tradisional dan musik modern. Musik tradisional disebut juga misik daerah , yaitu merupakan jenis msik yang muncul atau klahir dari budaya daeraqh secara turun temurun. Biasanya lirik lagu tradisional bersifat sederhana. Demikian pula dengan peralatan yang digunakan masih bersifat sederhana, seperti gamelan, angklung, dan rebana. 

Hampir setiap daerah di wilayah nusantara memiliki musik daerah atau musik traisional dengan lagu serta peralatan yang berbeda-beda. Pada numumnya, musik daerah di Indonesia masih sedrhana dan kental dengan unsure kedaerahannya. 



2.1 Fungsi Musik (tradisional) 
 
Fungsi Individual  
Melalui musik seseorang dapat mengungkapkan atau mengekspresikan gejolak jiwa, perasaan, atau kegalauan yang terpendam dalam dirinya. Melalui syair lagu yang diubahnya, seniman musik dapat mengkritik atau memprotes kondisi yang ada dilingkungannya, serta dapat pula mengungkapkan rasa cinta dan kekagumannya terhadap sesame manusia, alam, dan sang pencipta. Jadi seni apapun termasuk seni musik yang dapat dipakai sebagai media ekspresi yang dapat membaerikan kepuasan batin bagi pencipanya. 


Fungsi Sosial 
Musik memiliki peran yang besar dalam kehidupan manusia. Hal itu dapat kita saksikan dimana musik sering diperdengarkan pada sebuah upacara adat, upacara kenegaraan, penyambutan tamu, pesta, dan lain-lain. Apakah yang akan terjadi apabila suatu pesta rakyat tanpa musik? Tentunya pesta itu tidak akan meriah. Sebuah pertunjukan tari akan kacau apabila secara tiba-tiba musik yang mengiringinya berhenti ditengah jalan. Hal yang sama akan terjadi pada gereja tanpa lonceng atau litany, atau masjid tanpa bedug. Hal tersebut tentunya akan kehilangan roh kekhidmatannya. 

Bagi masyarakat, kehadiran seni musik memiliki bermacam-macam fungsi social, diantaranya sebagai berikut. 
 
Media Rekreasi atau Hiburan  
Sebuah pagelaran musik ternyata mampu menciptakan kondisi tertentu yang bersifat penyegaran dan pembaruan kondisi yang telah ada. Dalam hal ini, musik memasuki psikologi kegembiraan massa sehingga mampu menghilagkan perasaan jenuh dan bosan terkurung dalam kerutinan kehidupan. Melalui syair dan iringan musik, kita dapat menikmati keindahannya. 

Media Komunikasi 
 
Selain menggunakan bahasa verbal atau visual, jalinan komunikasi antaretnis, bahkan antarnegara bisa dilakukan dengan seni musik. Saat ini terdapat fenomena baru dalam mempertemukan karya pemusik tradisional dengan pemusik modern yang disebut dengan kolaborasi. Melaliu bahasa musik, syair lagu serta alunan musik, pesan-pesan tertentu dapat disampaikan dengan lebih indah. 

Media Pendidikan 
 
Diantara tujuan pendidikan adalah membentuk manusia berbudi pekerti luhur. Secara filosofis titik tekannya adalah obyek nilai dan moral pada diri anak tersebut. Seni dapat dimanfaatkan untuk membimbing dan mendidik mental serta tingkah laku seseorng agar berubah menjadi kondisi yang lebih baik, antara lain memperhalus perasaan, bersikap santun, berprilaku lemah lembut, bermoral mulia, dan berbudi pekerti luhur. 

Media Pemujaan  
Musik (vocal) memainkan peranan penting alam kegiatan beribadah atau kegiatan keagamaan, seperti pemujaan kepada kepada sang Pencipta seperti yang dilakukan di Pura, Gereja, atau Masjid. Dalam agama islam, lagu-lagu pujian banyak diiringi dengan pukulan rebana, sedangkan di Gereja didiringi dengan piano, gitar atau alat msik lainnya. 


2.3 Jenis- jenis Musik Daerah 

Hampir setiap daerah di wilayah nusantara memiliki musik daerah atau musik tradisional dengan lagu serta peralatan yang berbeda-beda. Pada umumnya, musik daerah di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut: 

a. Musik Daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur 

Musik daerah yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur antara lain berupa gamelan. fungsinya sama, yaitu untuk mengiringi pergelaran wayang kulit, ludruk, ketoprak, dan tari-tarian. 

b. Musik Daerah Jawa Barat 
Jawa barat memiliki banyak musik daerah yang khas, di antaranya adalah gamelan dengung, calung, tarling, dan angklung. Irama musiknya bermacam-macam. Ada yang berirama lembut, seperti yang ditampilkan pada musik dengumg dan gending Cianjuran, tetapi ada pula yang berirama rancak (cepat, dinamis, dan meriah), seperti musik yang mengiringi pertunjukan sisingaan. 

c. Musik Daerah Jakarta 

Ada beberapa musik daerah yang berasal dari Jakarta, antara lain gambang kromong dan tanjidor. Instrumen musik tersebut diberi nama gambang kromong karena instrumen intinya terdiri atas gambang dan kromong. Susunan instrumen gambang kromong terdiri atas gambang, yaitu instrumen yang terdiri atas gambang, yaitu instrumen yang terdiri atas bilah-bilah kayu yang disusun dengan urutan nada do re mi fa sol. Unsur- unsur alatnya berupa kromong, rebab,suling, gendang, kecrek, gong serta kempul. 

d. Musik Daerah Sumatra 
Ada beberapa musik daerah yang berasal dari sumatera, di antaranya talempong dari Sumatra barat, gambus dan orkes Melayu dari Riau, dan tata ganing, atau musik gondang, dari batak (Sumatra utara). 

e. Musik Daerah Kalimantan 

Musik daerah yang berasal dari Kalimantan di pengaruhi oleh daerah lain. Ada beberapa alat musik yang di gunakan, Antara lain rebab, gender, gambang, dan suling. 

f. Musik Daerah Sulawesi 

Ada beberapa jenis alat musik daerah yang berasal dari Sulawesi,diantaranya gendrang bulo, dan indiokordo. 

g. Musik Daerah Nusa Tenggara 

Jenis musik didaerah nusa tenggara banyak di ppengaruhi oleh musik daerah jawa.alat musik yang terkenal khas dari daerah ini adalah sasando. 

h. Musik Daerah Papua 

Musik yang berupa gendering yang bermotif khas papua, alat musik lainnya adalah rebana, gong, tifa, dan rebab. 

i. Musik Daerah Bali 


Musik daerah bali adalah gamelan yang tampilannya tidak beda jauh dengan gamelan jawa.

Selasa, 27 November 2012

fakta musik

 FAKTA DAN MITOS MUSIK



Ada beberapa mitos dan fakta mengenai musik.
Kami mencoba menjelaskan tentang mana yang benar dan mana yang salah mengenai pemahaman seputar dunia musik.
Jika ada yang salah kata, mohon diberi masukkan.
Jika ada yang ingin bertanya seputar musik, silakan lanjutkan di thread ini.
Selamat membaca.

Otodidak vs Kursus

Mitos :
Belajar musik secara otodidak itu belajar sendiri tanpa guru musik, buku musik, dan tidak perlu membaca not balok.
Fakta :
Belajar musik secara ototdidak itu sebenarnya hanya belajar tanpa bimbingan guru musik secara langsung.
Jika belajar musik dengan tidak pernah konsultasi kepada guru musik, mencari sumber dari buku musik, dan tidak memahami not balok, hal tersebut diibaratkan menjadi Presiden tapi tidak pernah sekolah, maka tidaklah mungkin bisa mahir dalam musik.
Jadi, belajar musik bisa dengan melalui kursus musik (bimbingan guru secara langsung) dan belajar sendiri (otodidak) dengan mencari sumber yang benar/bimbingan guru secara tidak langsung.
Manakah yang lebih baik? Hanya kebutuhan dari siswa itu sendiri yang menentukan mana yang terbaik yang dapat dilakukan.

Not Balok

Mitos :
Pemain musik yang mahir adalah bisa memainkan alat musik tanpa bisa membaca dan menulis not balok.
Fakta :
Memang banyak yang bisa memainkan alat musik tanpa bisa membaca dan menulis not balok.
Namun not balok itu sendiri sebenarnya menyimpan rahasia dari pembuatan lagu yang baik dan benar.
Jika artis bisa membuat lagu tanpa bisa membaca dan menulis not balok, hal tersebut diibaratkan seorang ilmuwan bergelar profesor tapi tidak bisa membaca dan menulis.
Jadi, not balok dapat menolong musisi untuk menghasilkan lagu yang baik dan benar.

Alat Musik

Mitos :
Belilah alat musik yang murah saja bagi yang baru belajar.
Nanti kalau sudah profesional, baru membeli yang mahal.
Fakta :
Hati-hati dalam membeli alat musik.
Tidak semua alat musik memiliki kemampuan yang sama satu dengan yang lain.
Yang membedakan harga alat musik biasanya bahan dan bentuknya, tapi saat ini alat musik yang bentuknya menyerupai pun bisa menipu.
Lebih baik mensurvei harga di toko musik di kota anda atau cek lewat web toko musik yang terpercaya.
Merk dari alat musik tersebut tidak bisa menjadi jaminan, bahkan sering dijadikan patokan orang yang berniat memalsukan merk alat musik tersebut.
Jika kita membeli alat musik yang murah saja, maka kita bisa terjebak kepada barang palsu dan akhirnya tidak bisa belajar dengan baik.
Jadi, belilah alat musik yang sesuai dengan kebutuhan, bukan disesuaikan dengan keuangan semata, dan tanyakan/carilah informasi mengenai alat musik yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Masa Depan Musisi

Mitos :
Masa depan musisi itu suram dan tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup jika dijadikan pekerjaan tetap.
Fakta :
Tidak ada satupun pekerjaan yang bisa tetap abadi selamanya.
Semuanya tergantung yang melaksanakannya.
Jika diibaratkan seorang koki yang seharusnya memasak dengan benar, tapi begitu dia melakukan tindakan menyalahi aturan, maka masa depan pekerjaan koki tersebut pasti hancur.
Jadi, masa depan musisi itu tergantung dari musisi itu sendiri.
Tidak ada yang bisa membuat musisi tersebut naik dan turun karirnya, hanya musisi itu sendiri yang menentukan nasibnya sendiri.

Musik Rock VS Klasik

Mitos :
Musik rock identik dengan kekerasan.
Sedangkan musik klasik identik dengan kemewahan.
Fakta :
Musik bergenre Rock itu sebenarnya dilihat dari sudut komposisi cara membuat (dari not balok) lagu rock tersebut, bukan dari kerasnya suara.
Karena komposisinya terlihat bentuknya tetap, maka identik dengan Batu/Rock yang bentuknya juga tetap.
Namun jika melihat beberapa komposisi musik Klasik, ada juga yang mirip dengan komposisi musik Rock.
Hanya perbedaannya adalah; musik Klasik cenderung temponya berubah-ubah sesuai rasa dan pembawaan dari musisi Klasik, sedangkan musik Rock cenderung bertempo tetap.
Untuk memainkan rasa dari musik Rock tersebut, musisi hanya memberikan efek keras dan bertempo cepat.
Jadi, musik Rock dan Klasik kadang banyak memberikan kemiripan, yaitu: perhitungan tetap, dan sama-sama membutuhkan alat musik yang cukup mahal dan terkesan mewah.

Studio Musik

Mitos:
Ampli untuk studio musik itu harus merk terkenal dan kekuatannya besar.
Fakta:
Tidaklah memberikan jaminan jika pengusaha studio musik menggunakan ampli besar dan bermerk pasti menghasilkan suara yang menawan.
Jika ditata dengan baik, maka dengan menggunakan ampli kecil pun sudah bisa menghasilkan suara yang menawan.
Jadi, alokasikan dana untuk membuat studio ke bagian slow moving (ruang studio), sehingga untuk bagian fast moving (ampli) tidak memakan biaya besar.

Keterampilan

Mitos:
Anak kursus itu tidak bisa apa-apa, tidak bisa main organ tunggal, jadi percuma belajar di kursus kalo tidak bisa ini-itu.
Fakta:
Menjadi pemain organ tunggal bukan tujuan akhir dari tempat kursus musik.
Tempat kursus sebenarnya membekali keterampilan dan pemahaman, selanjutnya tetap menjadi pilihan siswa itu sendiri untuk menjadi pemain atau menjadi yang lain.
Bahkan (sebelumnya maaf jika ada yang tersinggung) tidak semua pelaku musik itu paham apa yang dilakukannya, dan tidak sedikit yang menjadi pelaku musik karena nekat.
Tidak mudah membedakan yang benar-benar pelaku musik dan yang nekat, tapi jika orang tua dari murid itu sendiri mengawasi perkembangannya, maka orang tua bisa mengetahui bahwa apakah tepat atau tidak tempat kursus tersebut.
Jadi, yang membuat murid itu mahir bukan sekedar pengajarnya saja yang memberikan pelajaran, tapi orang tua juga harus selalu mengawasi perkembangannya.

Elektrik Keyboard

Mitos:
Kita harus membeli alat musik elektrik keyboard dengan fasilitas yang mewah untuk memfasilitasi anak dalam belajar musik keyboard.
Fakta:
Tidak semua alat musik keyboard bisa memfasilitasi dengan baik.
Bahkan tidak sedikit yang membuat repot penggunanya.
Tidak ada korelasi antara keyboard berfasilitas lengkap dengan semangat anak untuk belajar.
Justru yang dibutuhkan murid adalah buku dan sumber yang lengkap, bukan alat yang serba canggih.
Jika hanya memiliki keterampilan bermain yang terbatas, apapun alatnya, tetap saja hasilnya kurang memuaskan.
Jadi, tidak perlu membeli keyboard yang super canggih, dan jangan kuatir akan ketinggalan mode.

Digital vs Analog

Mitos:
Sekarang jamannya sudah berubah.
Semua serba digital.
Sudah tidak ada yang asli lagi.
Tidak seperti dulu yang masih analog/akustik.
Fakta:
Memang saat ini sudah memasuki digitalisasi, yang sebenarnya bertujuan bermacam-macam.
Selain mempermudah, digitalisasi juga mengatasi jumlah permintaan dan ketersediaan sumber dayanya.
Jika masih menggunakan teknologi analog/akustik, bisa dibayangkan berapa pohon yang harus ditebang untuk membuat alat musik akustik.
Jadi, teknologi digital, selain mempermudah, juga memenuhi tuntutan lingkungan dan sumber daya alam, tapi teknologi analog masih digunakan untuk mengisi suara pada teknologi digital tersebut.

Merk Terkenal

Mitos:
Kalau beli alat musik itu yang merk terkenal saja.
Kalau mau dijual lagi masih mudah dan harganya tidak jatuh.
Fakta:
Mungkin ada benarnya membeli merk terkenal karena alasan tersebut, namun belum tentu memberikan jaminan pasti hasilnya seperti itu.
Yang perlu diperhatikan adalah after-sales dari produk yang dibeli.
Jika merk itu terkenal, tapi sparepartnya sulit dicari, dan bahkan harus berkorban untuk mendapatkannya, berarti anda sudah termakan "Iklan".
Jadi, pastikan bahwa sparepartnya tersedia, dan itu sudah menjadi hak anda sebagai calon pelanggan dari merk tersebut.

Investasi

Mitos:
Kalau beli alat musik itu yang paling tinggi grade-nya , seperti elektrik keyboard yang terbaik.
Kalau pas mau dijual kembali lebih mudah.
Fakta:
Mungkin ada benarnya membeli alat musik yang paling tinggi kualitasnya itu bisa dijadikan bentuk investasi, tapi sebenarnya tidak semua alat musik bisa masuk dalam paham tersebut.
Alat musik akustik, apapun bentuknya, kita membeli yang kualitasnya terbaik, bisa dijadikan bentuk investasi karena barang tersebut langka, tapi sebenarnya tidak mudah untuk menjualnya kembali karena tidak semua orang suka/hobi dengan musik.
Alat musik elektronik, apapun bentuknya, tidak bisa dijadikan bentuk investasi karena akan tertinggal model dan fasilitasnya, dan harga jual kembali elektronik tetap jatuh.
Jadi, jika ingin investasi di dunia musik, lebih baik yang diinvestasikan adalah Anda sendiri dengan belajar musik, bukan hanya alatnya saja, karena Anda lebih unggul daripada alatnya.

Bakat dan Talenta

Mitos:
Musik itu bakat/talenta yang terpendam, jadi tidak semua orang bisa menjadi musisi yang handal.
Fakta:
Setiap orang memiliki bakat dan talenta, tapi bukan untuk musik saja.
Menjadi musisi handal itu yang dibutuhkan adalah:
1. Mau belajar.
2. Siap di kritik.
3. Selalu berusaha.